aku diluar pagar rumahku saat hujan turun kemarin sore..
aku sengaja karena ingin kunikmati hujan kecil bernama gerimis..
agak dingin tapi sungguh menyejukan hatiku..
butiran-butiran kecilnya seakan-akan menyadarkan ku..
bahwa ternyata aku masih ada..
bahwa ternyata hidupku masih berjalan
aku sengaja tidak masuk berteduh..karena ingin melihat debu jalanan berperang dengan gerimis..
basah memang tubuhku tapi sungguh dinikmati oleh mataku, pertempuran ini..
aku merasa kehilangan,
kehilangan debu-debu di jalanan yang setiap hari kulewati..
karena debu-debu itu yang tahu, tegap tidaknya langkah kakiku
aku masih berpegangan pada pagar rumahku..
kali ini aku menangis seperti anak kecil
air matanya lebih deras daripada gerimis sehingga terlihat wajahku lebih basah dari sebelumnya,
tidak hanya karena air mataku..
tapi gerimis sudah berganti nama hujan deras..
aku ingin segera masuk..
butiran yang kecil kini berubah besar dan menyakitkan...
hujan deras seakan-akan memarahi kebodohanku...
karena aku terlena dalam peperangan debu dan air..
jelas bagiku debu trotoar serta jalanan bukan tandingannya
tapi aku ingin menikmati hingga akhirnya
aku menengadah keatas
menantang butiran-butiran air yang jatuh
yang kini sama dengan derasnya air mataku...
ternyata aku masih menangis..
entah, aku bersedih atau...
rentang tanganku terbuka..tidak lagi mencengkram erat pagar rumahku
rentang tanganku terbuka seperti rentang hidupku..
peperangan berakhir ditandai matahari sore muncul bersinar..
kemenangan mutlak air hujan atas debu jalanan..
saat itu aku sudah terlelap di kamar ku..
hingga nanti aku membuka mataku dalam rentang yang lain
yang aku yakin aku sudah memegang ujung rentang yang baru......
donnYBotak battles on Tuesday, April 12, 2005 ||